Pulau Jawa dan Madura, merupakan wilayah Nusantara yang
sangat kaya dengan keanekaragaman flora maupun fauna. Selain karena letaknya
yang berada di kawasan tropis, Pulau Jawa juga salah satu pulau yang ditempati
jajaran pegunungan berapi. Material vulkanik yang kaya mineral, sejak awal
pembentukan pulau ini terus ditumpahkan oleh aktivitas gunung berapi,
menjadikan Jawa sangat subur. Kesuburan lahan sudah barang tentu menjadikan
tanah jawa kaya akan berbagai jenis flora maupun fauna. Karakteristik lingkungan
hayati di pulau jawa dapat digambarkan melalui karakteristik berbagai jenis
ekosistem yang dijumpai di Pulau Jawa. Berikut ini dijelaskan mengenai
karakteristik berbagai ekosistem yang ada di pulau Jawa.
4.1.1. Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Secara geografis daerah tropis mencakup wilayah yang
terletak antara 23°27‟ Lintang Utara dan 23°27‟
Lintang Selatan. Meliputi wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia
bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah
dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Menurut Koeppen (1930) daerah
tropis adalah wilayah yang terletak di antara garis isoterm 180 C bulan
terdingin. Daerah tropis secara keseluruhan mencakup 30 % dari luas permukaan
bumi. Hutan Tropis merupakan hutan yang berada di daerah tropis.
Hutan hujan tropis merupakan salah satu tipe vegetasi hutan
tertua yang telah menutupi banyak lahan. Ekosistem hutan hujan tropis terbentuk
oleh vegetasi klimaks pada daerah dengan curah hujan 2.000 -11.000 mm per
tahun, rata-rata temperatur 25°C dengan perbedaan temperatur yang kecil
sepanjang tahun, dan rata-rata kelembapan udara 80 %. Tipe ekosistem hutan
hujan tropis terdapat di wilayah yang memiliki tipe iklim A dan B (menurut
klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson), atau dapat dikatakan bahwa tipe
ekosistem tersebut berada pada daerah yang selalu basah, pada daerah yang
memiliki jenis tanah Podsol, Latosol, Aluvial, dan Regosol dengan drainase yang
baik, dan terletak jauh dari pantai.
Vegetasi
hutan hujan tropis didominasi oleh pepohonan yang selalu hijau. Keanekaragaman
spesies flora dan fauna yang ada di hutan hujan tropis sangat tinggi. Jumlah
spesies pohon yang ditemukan dalam hutan hujan tropis lebih banyak dibandingkan
dengan yang ditemukan pada ekosistem yang lainnya. Misalnya, hutan hujan tropis
di Amazonia mengandung spesies pohon dan semak sebanyak 240 spesies. Hutan alam
tropis yang masih utuh mempunyai jumlah spesies tumbuhan yang sangat banyak.
Hutan di Kalimantan mempunyai lebih dari 40.000 spesies tumbuhan, dan merupakan
hutan yang paling kaya spesiesnya di dunia. Di antara 40.000 spesies tumbuhan
tersebut, terdapat lebih dari 4.000 spesies tumbuhan yang termasuk golongan
pepohonan besar dan penting. Di dalam setiap hektar hutan tropis seperti
tersebut mengandung sedikitnya 320 pohon yang berukuran garis tengah lebih dari
10 cm. Di samping itu, di hutan hujan tropis Indonesia telah banyak dikenali
ratusan spesies rotan, spesies pohon tengkawang, spesies anggrek hutan, dan
beberapa spesies umbi-umbian sebagai sumber makanan dan obat-obatan. Tajuk
pohon hutan hujan tropis sangat rapat, ditambah lagi adanya tumbuh-tumbuhan
yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon, misalnya
rotan, anggrek, dan paku-pakuan. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak dapat
menembus tajuk hutan hingga ke lantai hutan, sehingga tidak memungkinkan bagi
semak untuk berkembang di bawah naungan tajuk pohon kecuali spesies tumbuhan
yang telah beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di bawah naungan.
Itu
semua merupakan ciri umum bagi ekosistem hutan hujan tropis.Selain ciri umum
yang telah dikemukakan di atas, masih ada ciri yang dimiliki ekosistem hutan
hujan tropis, yaitu kecepatan daur ulang sangat tinggi, sehingga semua komponen
vegetasi hutan tidak mungkin kekurangan unsur hara.Jadi, faktor pembatas di
hutan hujan tropis adalah cahaya, dan itu pun hanya berlaku bagi
tumbuh-tumbuhan yang terletak di lapisan bawah. Dengan demikian, herba dan
semak yang ada dalam hutan adalah spesies-spesies yang telah beradaptasi secara
baik untuk tumbuh di bawah naungan pohon.
A.
Tipe Hutan Hujan Tropis Menurut Ketinggian Tempat
Menurut ketinggian tempat dari permukaan laut, hutan hujan tropis dibedakan menjadi tiga zona atau wilayah yaitu:
Menurut ketinggian tempat dari permukaan laut, hutan hujan tropis dibedakan menjadi tiga zona atau wilayah yaitu:
1.
Zona
1 dinamakan hutan hujan bawah karena terletak pada daerah dengan ketinggian
tempat 0 -1.000 m dari permukaan laut.
2.
Zona
2 dinamakan hutan hujan tengah karena terletak pada daerah dengan ketinggian
tempat 1.000 – 3.300 m dari permukaan laut.
3.
Zona
3 dinamakan hutan hujan atas karena terletak pada daerah dengan ketinggian
tempat 3.300 – 4.100 m dari permukaan laut.
1. Zona Hutan Hujan Bawah
Penyebaran tipe ekosistem hutan hujan bawah meliputi
pulau-pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Irian, Sulawesi, dan
beberapa pulau di Maluku misalnya di pulau Taliabu, Mangole, Mandioli, Sanan,
dan Obi. Di hutan hujan bawah banyak terdapat spesies pohon anggota famili
Dipterocarpaceae terutama anggota genus Shorea, Dipterocarpus, Hopea,
Vatiea, Dryobalanops, dan Cotylelobium. Dengan demikian,
hutan hujan bawah disebut juga hutanDipterocarps. Selain spesies pohon
anggota famili Dipterocarpaceae tersebut juga terdapat spesies
pohon lain dari anggota famili Lauraceae, Myrtaceae, Myristicaceae, dan Ebenaceae,
serta pohon-pohon anggota genus Agathis, Koompasia, dan Dyera.
Pada ekosistem hutan hujan bawah di Jawa dan Nusa Tenggara
terdapat spesies pohon anggota genus Altingia, Bischofia, Castanopsis,
Ficus, dan Gossampinus, serta spesies-spesies pohon dari
famili Leguminosae. Adapun eksosistem hutan hujan bawah di
Sulawesi, Maluku, dan Irian, merupakan hutan campuran yang didominasi oleh
spesies pohon Palaquium spp., Pometia pinnata, Intsia
spp., Diospyros spp., Koordersiodendron pinnatum, dan Canarium
spp. Spesies-spesies tumbuhan merambat yang banyak dijumpai di hutan
hujan bawah adalah anggota familiApocynaceae, Araceae, dan berbagai
spesies rotan (Calamus spp).
2. Zona Hutan Hujan
Tengah
Penyebaran tipe ekosistem hutan hujan tengah meliputi Jawa
Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, sebagian daerah Indonesia Timur, Aceh dan Sumatra
Utara. Secara umum, ekosistem hutan hujan tengah didominasi oleh genus Quercus,
Castanopsis, Nothofagus, dan spesies pohon anggota famili Magnoliaceae.
Di beberapa daerah, tipe ekosistem hutan hujan tengah agak khas. Misalnya di
Aceh dan Sumatra Utara terdapat spesies pohon Pinus merkusii, di
Jawa Tengah terdapat spesies pohon Albizzia montana dan Anaphalis
javanica, di beberapa daerah Jawa Timur terdapat spesies pohon Cassuarina
spp., di Sulawesi terdapat kelompok spesies pohon anggota genus Agathis dan Podocarpus.
Di sebagian daerah Indonesia Timur terdapat spesies pohon anggota genus Trema, Vaccinium,
dan pohon Podocarpus imbricatus, sedangkan spesies pohon
anggota famili Dipterocarpaceae hanya terdapat pada
daerah-daerah yang memiliki ketinggian tempat 1.200 m dpl.
Gambar
4.2. Hutan Agathis di TN Baturraden (Gunung Slamet)
3. Zona Hutan Hujan Atas
Penyebaran tipe ekosistem hutan hujan atas hanya ada di
Irian Jaya dan di sebagian daerah Indonesia Barat. Tipe ekosistem hutan hujan
atas pada umumnya berupa kelompok hutan yang terpisah-pisah oleh padang rumput
dan belukar. Pada ekosistem hutan hujan atas di Irian Jaya banyak mengandung
spesies pohon Conifer (pohon berdaun jarum) genus Dacrydium,
Libecedrus, Phyllocladus, dan Podocarpus. Di samping itu,
mengandung juga spesies pohonEugenia spp. dan Calophyllum,
sedangkan di sebagian daerah Indonesia Barat dijumpai juga kelompok-kelompok
tegakan Leptospermum, Tristania, dan Phyllocladus yang
tumbuh dalam ekosistem hutan hujan atas pada daerah yang memiliki ketinggian
tempat lebih dari 3.300 m dpl.
B. Tipe Hutan Tropis Menurut Iklim di
Indonesia
1. Hutan Tropis Basah
Hutan tropis basah adalah hutan yang memperoleh curah hujan
yang tinggi, sering juga kita kenal dengan istilah hutan pamah. Hutan jenis ini
dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Bagian Utara dan
Papua.Jenis-jenis yang umum ditemukan di hutan ini, yaitu: Meranti (Shorea
dan Parashorea), keruing (Dipterocarpus), Kapur (Dryobalanops),
kayu besi(Eusideroxylon zwageri), kayu hitam (Diospyros sp).
2. Hutan Muson Basah
Hutan
muson basah merupakan hutan yang umumnya dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa
Timur, periode musim kemarau 4-6 bulan. Curah hujan yang dialami dalam satu
tahun 1.250 mm-2.000 mm. Jenis-jenis pohon yang tumbuh di hutan ini antara lain
jati, mahoni, sonokeling, pilang dan kelampis.
3. Hutan Muson Kering
Hutan
muson kering terdapat di ujung timur Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa. Tipe hutan
ini berada pada lokasi yang memiliki musim kemarau berkisar antara 6-8 bulan.
Curah hujan dalam setahun kurang dari 1.250 mm. Jenis pohon yang tumbuh pada
hutan ini yaitu Jati dan Eukaliptus.
4. Hutan Savana
Hutan savana merupakan hutan yang banyak ditumbuhi kelompok semak belukar diselingi padang rumput dengan jenis tanaman berduri. Periode musim kemarau 4 – 6 bulan dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun.
Hutan savana merupakan hutan yang banyak ditumbuhi kelompok semak belukar diselingi padang rumput dengan jenis tanaman berduri. Periode musim kemarau 4 – 6 bulan dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun.
Gambar
4.3. Ekosistem Hutan Savana (TN. Baluran)
Jenis-jenis yang tumbuh di hutan ini umumnya dari Famili Leguminosae dan Euphorbiaceae.
Tipe Hutan ini umum dijumpai di Flores, Sumba dan Timor. Rerumputan dan
pohon-pohon yang hidup harus tahan terhadap musim kering dan api, maka jumlah
jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di savana ini tidak banyak, tidak seperti yang
hidup hutan hujan tropik. Rumput-rumput dari marga Panicum, Pennisetum,
Andropogon dan Imperata mendominasi lingkungan ini,
sedangkan pepohonan yang hidup di sana sama sekali berada dengan jenis pohon
yang hidup di hutan hujan tropik. Di Afrika diantaranya terdapat pohon Acacia yang
terbesar di savanna. Di Indonesia padang savanna ini dapat ditemukan di Taman
Nasional (TN) Baluran dan TN Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar