Senin, 17 November 2014

Unsur Intrinsik Novel

Sebagai seorang pembaca novel, boleh jadi Anda menikmati keseluruhan cerita yang disajikan tanpa perlu membedah unsur-unsur yang dilekatkan penulis dalam novel tersebut. Namun, bagi mereka yang memahami bahasa juga teknik penulisan novel, ada banyak “rambu-rambu” yang patut diperhatikan saat menikmati atau membedah sebuah novel. Salah satu yang penting adalah unsur intrinsik novel. Unsur ini melingkupi beberapa hal yang penting untuk diperhatikan seorang penulis novel. Sebab jika unsur tersebut dikemas dengan baik, maka pembaca akan larut dalam cerita tanpa merasakan sebuah kejanggalan. Seorang penulis novel yang sukses sudah pasti memahami hal tersebut. Jika Anda seorang penulis pemula dan belum mengetahui apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik, pembahasan berikut tentu akan sangat membantu Anda. Silahkan simak uraiannya.

Secara sederhana, apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik adalah hal-hal yang keberadaanya wajib di dalam sebuah novel. Jika ekstrinsik lebih kepada opsional, maka unsur intrinsik novel tak boleh luput jika tidak maka tulisan tersebut tak layak disebut novel. Unsur intrinsik ini mencakup beberapa hal. Semua hal tersebut kemudian akan membentuk kesatuan cerita yang utuh. Apa saja hal yang dimaksud?

Cara Meresensi Film

Ada berbagai film menarik yang beredar di pasaran. Tentu kita pasti penasaran dong filmnya seperti apa. Saat itulah muncul yang namanya trailer. Sedikit banyaknya kamu bisa melihat seperti apa gambaran filmnya. Setelah film sudah dilempar ke pasaran, muncullah apa yang disebut dengan resensi film. Resensi atau review itulah yang akan memudahkan kita untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan film yang akan kita tonton. Lalu, bagaimana cara membuat resensi film? Sulitkah?
Resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘revidere’ atau ‘recensere’, yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah ‘recensie’. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah ‘review’. Nah, berdasarkan uraian singkat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa resensi merupakan kupasan atau bahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa.
Membuat resensi film itu susah-susah gampang. Karena, saat si resensator membuat resensi, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan. Contohnya penganalisisan produk film itu. Resensator harus jeli menganalisis film, membandingkannya dengan yang sejenis, serta mencari kelebihan dan kekurangannya. Hal-hal seperti pemainnya, tata suara, alur, effect, bahkan sutradaranya menjadi sesuatu yang diperhatikan juga. Berikut gambaran secara singkat tentang apa yang harus diperhatikan dalam membuat resensi film.
1.       Kenali dulu film yang akan diresensi
Sebelum merensensi film, hendaknya kita sudah menontonnya terlebih dahulu. Sehingga penganalisisan semakin mantap dilakukan. Mulai dari tema, genre, sutradara, produser, durasi sampai pemainnya pun kamu harus tahu.
2.       Membuat Sinopsis
Setelah mengetahui semua hal tentang film itu, kamu diwajibkan untuk membuat sinopsisnya atau inti sari dari film tersebut. Tapi ingat, intinya saja. Jangan sampai resensi kamu malah mengandung spoiler!
3.       Menganalisis Film Secermat Mungkin
Di sini kamu dituntut untuk menjadi orang yang sangat teliti. Karena ketelitian kamu akan sangat berguna untuk proses penganalisisan. Cari kelebihan dan kekurangan film secara objektif. Gambarkan secara detail sehingga pembaca mengerti sisi bagus dan menariknya film itu. Jangan lupa bandingkan pula dengan film sejenis.

Cara Merensi

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan resensi itu? Resensi adalah sedikit ulasan (cuplikan) mengenai nilai sebuah hasil karya yang bisa berupa buku, majalah, novel, film, komik, dll. Namun kebanyakan resensi adalah resensi buku. Saat membuat sebuah resensi buku hal yang kita lakukan adalah memberikan penilaian berdasarkan tahapan-tahapan yang telah kita lakukan, penilaian tersebut menyangkut bagaimana kualitas buku t yang telah di lihat dari beberapa aspek tersebut. Biasanya resensi buku digunakan untuk memberi tahu para pembaca mengenai kelebihan dan kekurangan sebuah buku baru.

A. Identitas dari buku
Judul                            : ..........
Penulis                         : .........
Penerbit                       : ..........
Tahun terbit                 : .........
Tebal/jumlah halaman   : ........
B. Penggunaan Bahasa
Apakah bahasa yang digunakan dalam buku tersebut menggunakan bahasa yang baik, sopan dan mudah untuk dipahami? Perhatikan juga bagaimana kelancaran penggunaan bahasa pada buku tersebut. Apakah buku tersebut menggunakan bahasa yang berbelit-belit atau menggunakan bahasa yang simpel, dan lain sebagainya.

C. Ikhtisiar isi buku (Ringkasan buku)
Pada bagian ini di isi dengan ringkasan cerita dalam buku yang hendak di resensi. Ringkasan cerita harus memberikan gambaran kepada pembaca tentang keseluruhan isi buku yang di resensi. Biasanya ringkasan buku bisa anda lihat pada
bagian "sinopsis buku" yang terletak di cover belakang buku. Jika anda tidak menemukan sinopsis pada bagian belakang cover buku, anda bisa membuat sinopsis sendiri dengan membaca keseluruhan isi buku kemudian menuliskan ulang inti dari isi buku tersebut.

Senin, 10 November 2014

Jenis Musik Musik Populer (SBK Kelas X)


Musik populer
Musik populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Genre musik ini dapat ditemui di hampir seluruh belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa diterima semua orang.
Jazz
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Gospel
Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll (oleh karena Rock n Roll sendiri sebenarnya merupakan fusion atau gabungan dari Rock, Jazz, dan Gospel), dahulu awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.
Blues
Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll, country, dan musik pop.
Rhythm and blues
Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an yang bukan jazz atau blues.
Funk
Funk adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya. Akar funk dapat ditelusuri hingga jenis rhythm and blues dari daerah Louisiana pada tahun 1960-an. Aliran musik ini terkait dekat dengan musik soul serta jenis musik turunan lainnya seperti P-Funk dan Funk Rock.
Rock
Rock, dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi populer.
Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan kelompok-kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Pada tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore. Ada pula british rock serta underground.

Bahan Tugas Sejarah Tentang manusia Purba


A.     PENEMUAN MANUSIA PURBA DAN HASIL BUDAYANYA
Penemuan manusia purba diawali dengan kegiatan excavasi / penggalian di tempat-tempat yang diyakini terdapat fosil-fosil manusia purba. penggalian dilakukan dengan teknik arkeologi agar fosil  tidak mengalami kerusakan. setelah digali, maka fosil akan dibersihkan dengan bahan-bahan kimia tertentu, agar unsur-unsurnya tidak mengalami kerusakan. Langkah selanjutnya adalah merekonstruksi / menyusun lagi fosil-fosil seprti pada saat ditemukan.
1.      Tempat-tempat ditemukannya manusia purba
Penelitian ilmiah mengenai fosil dimulai pada akhir abad ke-19. Penelitian Paleoantropologi manusia purba di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu 1889-1909, 1931-1941, dan 1952 hingga sekarang.
Salah satu tempat di Indonesia yang merupaka sebuah situs arkeologi manusia purba adalah Sangiran. Sangiran adalah situs manusia purba terlengkap di Asia. Sejak tahun 1977, situs Sangiran dilindungi pemerintah sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996, Sangiran terdaftar dalam situs warisan dunia. Alasan mengapa Sangiran ditetapkan sebagai cagar budaya karena disana tersimpan ribuan peninggalan pada zaman purba yang menunjukan proses kehidupan di masa lalu.
            Di Sangiran ditemukannnya fosil pertama kali pada tahun 1846 oleh P.E.C.Schemulling berupa fosil vebrata di Kalioso. Eugene Dubois pernah datang ke Sangiran. Eugone Dubois menduga bahwa manusia purba pasti hidup di daerah tropis. Menurutnya, hal ini disebabkan perubahan iklim sepanjang sejarah tidak banyak dan di daerah tropis pula monyet serta kera masih banyak yang hidup. Tetapi ia tidak puas dengan temuan-temuan di Sangiran.
            Pada tahun 1934 Von Koenigswald menemukan artefak litik di daerah Ngebu (Daerah Sangiran). Semenjak itu Sangiran menjadi terkenal karena  penemuan fosil Homo erectus yang merupakan taksopaling penting dalam sejarah manusia sebelum Homo sapiens.
             Penemuan manusia purba di Indonesia juga terdapat di daerah Trinil, Ngawi, Jawa timur. Pada tahun 1893, Eugene Dubois menemukan fosil manusia purba  Pithecantropus Erectus serta fosil tumbuhan maupun hewan seperti gading dan gigi graham gajah purba, tanduk banteng purba. Atas prakarsa ahli antropologi Universitas Gajah Mada, Prof. Teuku Jacob, di bangunlah situs di daerah ini.
            Di daerah Ngandong, Blora, Jawa Timur, juga di temukan fosil manusia purba. Seperti fosil Homo sloensis oleh Von Koeningswald.

Jenis Jenis Hutan Hujan (Geografi Kelas X)



Pulau Jawa dan Madura, merupakan wilayah Nusantara yang sangat kaya dengan keanekaragaman flora maupun fauna. Selain karena letaknya yang berada di kawasan tropis, Pulau Jawa juga salah satu pulau yang ditempati jajaran pegunungan berapi. Material vulkanik yang kaya mineral, sejak awal pembentukan pulau ini terus ditumpahkan oleh aktivitas gunung berapi, menjadikan Jawa sangat subur. Kesuburan lahan sudah barang tentu menjadikan tanah jawa kaya akan berbagai jenis flora maupun fauna. Karakteristik lingkungan hayati di pulau jawa dapat digambarkan melalui karakteristik berbagai jenis ekosistem yang dijumpai di Pulau Jawa. Berikut ini dijelaskan mengenai karakteristik berbagai ekosistem yang ada di pulau Jawa.
4.1.1. Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Secara geografis daerah tropis mencakup wilayah yang terletak antara 23°27‟ Lintang Utara dan 23°27‟ Lintang Selatan. Meliputi wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Menurut Koeppen (1930) daerah tropis adalah wilayah yang terletak di antara garis isoterm 180 C bulan terdingin. Daerah tropis secara keseluruhan mencakup 30 % dari luas permukaan bumi. Hutan Tropis merupakan hutan yang berada di daerah tropis.
Hutan hujan tropis merupakan salah satu tipe vegetasi hutan tertua yang telah menutupi banyak lahan. Ekosistem hutan hujan tropis terbentuk oleh vegetasi klimaks pada daerah dengan curah hujan 2.000 -11.000 mm per tahun, rata-rata temperatur 25°C dengan perbedaan temperatur yang kecil sepanjang tahun, dan rata-rata kelembapan udara 80 %. Tipe ekosistem hutan hujan tropis terdapat di wilayah yang memiliki tipe iklim A dan B (menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson), atau dapat dikatakan bahwa tipe ekosistem tersebut berada pada daerah yang selalu basah, pada daerah yang memiliki jenis tanah Podsol, Latosol, Aluvial, dan Regosol dengan drainase yang baik, dan terletak jauh dari pantai.
Vegetasi hutan hujan tropis didominasi oleh pepohonan yang selalu hijau. Keanekaragaman spesies flora dan fauna yang ada di hutan hujan tropis sangat tinggi. Jumlah spesies pohon yang ditemukan dalam hutan hujan tropis lebih banyak dibandingkan dengan yang ditemukan pada ekosistem yang lainnya. Misalnya, hutan hujan tropis di Amazonia mengandung spesies pohon dan semak sebanyak 240 spesies. Hutan alam tropis yang masih utuh mempunyai jumlah spesies tumbuhan yang sangat banyak. Hutan di Kalimantan mempunyai lebih dari 40.000 spesies tumbuhan, dan merupakan hutan yang paling kaya spesiesnya di dunia. Di antara 40.000 spesies tumbuhan tersebut, terdapat lebih dari 4.000 spesies tumbuhan yang termasuk golongan pepohonan besar dan penting. Di dalam setiap hektar hutan tropis seperti tersebut mengandung sedikitnya 320 pohon yang berukuran garis tengah lebih dari 10 cm. Di samping itu, di hutan hujan tropis Indonesia telah banyak dikenali ratusan spesies rotan, spesies pohon tengkawang, spesies anggrek hutan, dan beberapa spesies umbi-umbian sebagai sumber makanan dan obat-obatan. Tajuk pohon hutan hujan tropis sangat rapat, ditambah lagi adanya tumbuh-tumbuhan yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon, misalnya rotan, anggrek, dan paku-pakuan. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus tajuk hutan hingga ke lantai hutan, sehingga tidak memungkinkan bagi semak untuk berkembang di bawah naungan tajuk pohon kecuali spesies tumbuhan yang telah beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di bawah naungan.

TEORI TERBENTUKNYA JAGAD RAYA (Geografi kelas X)



Teori Terjadinya Jagat Raya Proses terjadinya jagat raya merupakan salah satu misteri yang dicoba dipecahkan olehmanusia. Berikut ini adalah teori-teori yang menjelaskan proses pembentukan jagat raya.
1.              Teori Big Bang (Ledakan Dahsyat)
Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat). Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.
Adalah Georges LemaƮtre, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh LemaƮtre pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem. Berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk mencoba dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan mengenai kondisi awal alam semesta, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle yang mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir. Setelah penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.

Minggu, 09 November 2014

KALENG DALAM PENGEMASAN (PKU kelas X)


KALENG DALAM PENGEMASAN
Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.
Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian. Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.

Contoh Tugas Sejarah Kelas X Tentang Sejarah Aksara dan Pra aksara




Nama    : Salsabilla
Kelas     : X-IPS
Tugas    : Sejarah (Sejarah pra aksara dan aksara di dareah tempat tinggal)

  1. Sejarah pra aksara
Di daerah Mangopoh, Lubuk Basung, Agam terdapat sebuah tempat aliran air yang cukup lebar biasa di sebut ‘banda’ oleh masyarakat minang. Di bagian banda tersebut terdapat bagian yang airnya selalu berwarna merah. Anehnya dialiran selanjutnya air banda itu kembali bening seperti air pada umumnya baik aliran sebelum atau sesudah bagian banda tersebut. Banda itu dinamakan banda sirah.
Konon katanya, ada suatu asal usul yang sudah diketahui turun temurun oleh masyarakat sekitar. Berdasarkan sumber yang di dapat dari masyarakat sekitar, banda tersebut terbentuk dari suatu kejadian di masa lalu.
“Dahulu ada seorang gadis yang cantik jelita yang ingin melaksanakan pernikahan. Sifat gadis itu tak sebanding dengan kecantikannya. Anak itu tak memperlakukan ibu semata wayangnya dengan baik. Ibunya berserta rombangan pernikahan membawa ‘jamba’ (hidangan) yang akan dibawa ke rumah mempelai pria. Dia membiarkan saja ibunya membawa 1 kendi gula merah cair atau ‘saka’ yang lumayan berat.Mendengar para rombongan tak suka cara dia memperlakukan ibunya, dia pun mengambil kendi gula merah itu secara kasar sambil berbisik “dasar tua” kepada ibunya tersebut. Kendi itu pun dia jujung di atas kepalanya.
Karena ibunya tak terima dengan perlakuan anaknya itu, dia memohon kepada Tuhan agar anak gadisnya itu dihukum. Tiba tiba saja anak gadis itu oleng dan jatuh kedalam ‘banda’ yang lumayan dalam dengan air yang deras bersama kendi berisi gula merah cair itu. Isi kendi itu menyeruak dan menciptakan warna air yang kemerah-merahan. Anak gadis itu hilang entah kemana dan akhirnya sang ibu menangis dengan penyesalan.” Tutur Ibu Gadis Ranti, salah satu warga mangopoh yang memberi informasi ini.